MakatiPoker - Mantan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Brigjen Pol Gatot Eddy
Pramono bicara mengenai maraknya aksi kekerasan yang dilakukan massa
mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas). Menurut dia, faktor
utamanya adalah masalah kesenjangan ekonomi dan pengangguran.
Pernyataan
itu disampaikan Gatot dalam disertasi meraih gelar doktor dari FISIP
Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Senin, (27/7/2015).
Dijelaskan
Gatot, ada tiga hal penyebab transformasi ormas menjadi kelompok
kekerasan. Hal itu yakni, terganggunya kepentingan kelompok,
terganggunya identitas kelompok, dan terganggunya organisasi sosial demi
kebutuhan ekonomi.
"Mengapa aktivis ormas melakukan kekerasan?
Ya, karena terkait kebutuhan ekonomi. Contohnya, ketika melakukan
penguasaan sebuah area lahan yaitu untuk kebutuhan ekonomi. Dapat uang
jago. Kalau ingin tuntas, pemerintah harus mampu menyediakan lapangan
perkerja," ucap anggota Polri Raserse tulen ini.
Permasalahan
ini, lanjut Gatot, tidak dapat hanya dipandang dari kriminalitas semata
sehingga jadi urusan Polri sebagai penegak hukum. Tetapi juga menjadi
tanggungjawab instantsi terkait lainnya. Pemerintah menurut dia harus
lebih peka atas masalah seperti ini dan ketegasan untuk meminimalisir
kasus seperti ini.
Lebih jauh dalam studinya, mantan Kapolresta
Depok ini menemukan fakta bahwa transformasi ormas menjadi kelompok
kekerasan berpotensi mengarah pada organized crime. Hasil penelitian
tersebut didasarkan adanya kesamaan aktivitas illegal untuk tujuan
ekonomi yang terkadang dibarengi penggunaan kekerasan.
Diisertasinya
ini dengan melakukan studi terhadap kekerasan kelompok oleh 4 ormas di
Jakarta berjudul 'Transformasi Organisasi Kemasyarakatan Menjadi
Kelompok Kekerasan'.
Penganugerahan gelar doktor Gantot diberikan
langsung oleh guru besar UI Prof DR. Adrianus Meliala. Ini sekaligus
menempatkan Gatot sebagai kriminolog bidang kejahatan kekerasan.
By : MakatiPoker.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar