Senin, 27 Juli 2015

Brigjen Gatot Eddy: Ormas Bisa Jadi Cikal Kejahatan Terorganisir

MakatiPoker - Mantan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Brigjen Pol Gatot Eddy Pramono bicara mengenai maraknya aksi kekerasan yang dilakukan massa mengatasnamakan organisasi masyarakat (ormas). Menurut dia, faktor utamanya adalah masalah kesenjangan ekonomi dan pengangguran.

PokerUangAsli


Pernyataan itu disampaikan Gatot dalam disertasi meraih gelar doktor dari FISIP Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Senin, (27/7/2015).

Dijelaskan Gatot, ada tiga hal penyebab transformasi ormas menjadi kelompok kekerasan. Hal itu yakni, terganggunya kepentingan kelompok, terganggunya identitas kelompok, dan terganggunya organisasi sosial demi kebutuhan ekonomi.

"Mengapa aktivis ormas melakukan kekerasan? Ya, karena terkait kebutuhan ekonomi. Contohnya, ketika melakukan penguasaan sebuah area lahan yaitu untuk kebutuhan ekonomi. Dapat uang jago. Kalau ingin tuntas, pemerintah harus mampu menyediakan lapangan perkerja," ucap anggota Polri Raserse  tulen ini.

Permasalahan ini, lanjut Gatot, tidak dapat hanya dipandang dari kriminalitas semata sehingga jadi urusan Polri sebagai penegak hukum. Tetapi juga menjadi tanggungjawab instantsi terkait lainnya. Pemerintah menurut dia harus lebih peka atas masalah seperti ini dan ketegasan untuk meminimalisir kasus seperti ini.

Lebih jauh dalam studinya, mantan Kapolresta Depok ini menemukan fakta bahwa transformasi ormas menjadi kelompok kekerasan berpotensi mengarah pada organized crime. Hasil penelitian tersebut didasarkan adanya kesamaan aktivitas illegal untuk tujuan ekonomi yang terkadang dibarengi penggunaan kekerasan.

Diisertasinya ini dengan melakukan studi terhadap kekerasan kelompok oleh 4 ormas di Jakarta berjudul 'Transformasi Organisasi Kemasyarakatan Menjadi Kelompok Kekerasan'.

Penganugerahan gelar doktor Gantot diberikan langsung oleh guru besar UI Prof DR. Adrianus Meliala. Ini sekaligus menempatkan Gatot sebagai  kriminolog bidang kejahatan kekerasan.

By : MakatiPoker.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar